Jalan Hidup yang Indah untuk lebih Bahagia dan Sehat dengan Memakai Hati...
Reiki Tummo adalah Jalan Indah Menuju Hidup lebih Sehat dan Berbahagia Melalui Hati
News
11 Maret 2017
Lokakarya Reiki Tummo 1, MedKun, 2 & 3A
Dengan Sepenuh Rasa Syukur dan Kebahagian, Padmajaya Bali Perwakilan Bali akan mengadakan Lokakarya Reiki Tummo 1, Meditasi, Kundalini, 2 dan 3A pada Tanggal 11-12 Maret 2017 Padmajaya Bali, Untuk Info Lokakarya bisa hubungi: 0817727835

» index berita
Testimonial
Yogi
Selamat atas terbentuknya Website PADMAJAYA 'Bali' ini. Semoga segala informasi yang disampaikan dapat menjadi sarana yang indah untuk membantu rekan2 Baru, Alumni maupun Umum untuk lebih sadar dan ta... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

#11 of 20 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Dr. Erna Karim, M.Si (Kembali kedalam pelukan kasih Tuhan)

Indahnya Kasih & Pengampunan Tuhan
Pengalaman kembali kedalam pelukan kasih Tuhan


     Dra. Erna Karim M.Si adalah seorang ibu yang berusia 50 tahun, alumni Rei Ki Tummo  dan berprofesi sebagai dosen FISIP di Universitas Indonesia, Depok. Sudah mengikuti program yayasan padmajaya sampai tingkat menengah, namun beliau mengalami pengalaman yang cukup pahit dalam perjalanan mendekatkan diri kepada Tuhan. Keinginannya sangat kuat untuk mencari Tuhan, juga untuk lebih taat beribadah, namun karena dalam melaukukan semua itu Ibu Erma lupa untuk mengandalkan Hati Nuraninya sebagai nahkoda, beliau akhirnya melangkah pada jalan yang salah, dan mengalami pengalaman pahit.
Namun kasih Tuhan sungguh indah….. dan pengampunannya tak terbatas….
     Semua pengalaman pahit yang dialami bu Erma justru membawa beliau pada peningkatan kesadaran akan kasih Tuhan. Semua ini justru menyadarkan beliau betapa Tuhan sungguh mengasihi umatnya….. dan Kasih Tuhan diberikan kepada semua manusia tanpa memandang perbedaan golongan atau perbedaan agama. Beliaupun semakin menyadari betapa berharganya bisa mengenalHati dan hati Nurani, karena melalui hatilah manusia bisa berhubungan dengan Tuhan dan hanya hati Nuranilah yang tahu apa yang Tuhan kehendaki bagi kita. Redaksi Warta Padmajaya mengucapkan terimakasih atas kesediaan Ibu Erma Karim untuk menceritakan pengalaman pahit tersebut. Beliau mengatakan bersedia menceritakan hanya karena kecintaannya pada kita semua, agar semua pengalaman pahit yang dialaminya tidak terulang pada kita semua.
    Saya, Erna Karim, seorang Ibu berusia 50 tahun dan berprofesi sebagai dosen, mengikuti lokakarya Rei Ki Tummo I dan II tgl 25-26 September 1998 dan saat ini telah mengikuti program sampai tingkat menengah (Master Yoga 1-3). Saya mengenal Rei Ki Tummo dari perjumpaan sampai dengan buku-buku karangan Irmansyah Effendi, M.Sc. di toko buku gramedia karena rasa haus saya untuk mencari dan mengetahui banyak hal tentang manusia dan dan keinginan untuk mendekat kepada Allah. Dalam menjalani kehidupan beragama sebagai seorang muslim, saya merasa ada hambatan dalam mengikuti program Rei Ki Tummo tingkat lanjut di karenakan, yang pertama adalah kesibukan saya sebagai dosen, dan lokasi tempat tinggal saya yang jauh sehingga sulit untuk mengikuti pendalaman spiritual. Yang mengharuskan kita untuk bermalam.
     Selama beberapa hari (meskipun saya telah , mengikuti 3 x pendalaman Spiritual/Retreat) .
Hal kedua yang menghambat diri saya adalah karena Grand Master Irmansyah Effendi bukanlah seorang yang beragama Islam. Hal ini membuat saya ingin menemukan seseorang guru yang beragama Islam sesuai dengan Agama saya. Inilah yang akhirnya membawa saya pada pengalaman pahit, dengan bersedia menerima attunement “Rei Ki X” dari salah seorang murid saya, mahasiswa S2, yang beragama islam dan pernah mempelajari Tasawuf yang mengatakan bahwa attunement “Rei Ki X” yang akan dia berikan tidak akan memgganggu attunement Rei Ki Tummo & Shing chi yang telah saya pelajari.
    Saya menerima attunement “Rei Ki X” tersebut tanpa mengandalkan tuntutan hati nurani saya. Saya sungguh menyesal kejadian ini. Karena apakah yang terjadi pada diri saya setelah hal tersebut ?
    Attunement “Rei Ki X” tingkat pertama dilakukan jarak jauh pada suatu malam kurang lebih ½ jam antara pukul 23.00-23.30 wib. Saat itu terasa gelombang dalam tubuh saya naik turun. Saya tidak mengetahui apa yang tengah terjadi. Dua minggu kemudian saya mengikuti pelatihan tingkat master dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 23.00 WIB di Jakarta. Pada saat pulang, sesaat sebelum masuk rumah, lengan kiri saya terasa sakit hingga luar biasa sehingga saya menghubungi Rei Ki Master dari “Rei Ki X” tersebut untuk mendapatkan terapi jarak jauh.
    Kemudian rasa sakit di lengan menjadi hilang. Semenjak saat itu, saya merasa memiliki kemampuan yang tidak saya miliki semula. Kualitas penyembuhan seakan meningkat dan saya semakin “percaya diri”. Saya bahkan mengkoordinir rekan-rekan untuk menerima attunement “Rei Ki X”tersebut di rumah saya, karena harga attunementnya relatif murah dan rasanya sangat hebat. Sudah ada 3 angkatan masing-masing 10 orang yang mengikuti attunement “Rei Ki X” dirumah saya tersebut. Namun sesungguhnya sesuatu tengah terjadi pada diri saya. Malam hari setelah attunement  “Rei Ki X” angkatan yang ketiga selesai dilakukan di rumah saya, tepatnya jam 24.00 tengah malam, terasa ada gerakan-gerakan pada tangan dan kaki saya serta ada dialog dimulut saya dengan “iblis” yang membisiki saya dengan segala hal.
    Namun iblis tersebut mengaku sebagai Allah. Tangan dan kaki saya terasa ingin bergerak-gerak sendiri di luar kontrol saya. Gerakan-gerakan tangan dan kaki saya menyerupai berbagai macam binatang. Saya melompat kekanan dan kekiri serta mengaum dan sebagainya. Saya tidak menyadari apa yang tengah terjadi. Hal itu berlangsung terus setiap malam dan baru berhenti pukul 07.00 pagi. Hal ini membuat saya tidak pernah melakukan sholat subuh. Ada rasa sesal didalam hati, namun bisikan “IBLIS” dalam diri saya membuat saya terlena. Sayapun acapkali melakukan gerakan-gerakan menggambar simbol-simbol pribadi di lantai dan telah menjadi seorang pewaskita(dapat melihat hal-hal non fisik seperti arwah, jin, dan sebagainnya).
    Bahkan setiapkali mengadahkan tangan ketika berdoa sesudah sholat, di kedua tangan saya ada ular besar dan panjang seakan-akan saya sedang menggendongnya. Setiap kali saya menyembuhkan penyakit seseorang, banyak jin yang datang membantu. Kemampuan pewaskitaan saya terus meningkat, bahkan saya dapat melihat semua jin pada logo-logo perusahaan yang menggunakan bantuan jin dalam usaha mereka. Saya dapat melihatnya melalui iklan perusahaan di koran dan majalah.
    Tidak hanya logo saja, tetapi juga jin-jin yang ada di bagian tubuh tertentu beberapa pemimpin dan orang-orang terkenal yang saya lihat di koran. Setiap hari saya melihat banyak jin disekitar saya, di daun-daun, di pohon, di batu-batu, di benda, di koran, dan sebagainya. Dan ini membuat saya lelah dan terganggu karena tidak dapat tenang. Namun hal-hal aneh yang terjadi terasa semakin aneh…. Selain membuat gerakan-gerakan, suara dari dalam yang mengaku Allah memerintahkan agar saya mengubah arah kiblat sholat saya kearah utara. Sebetulnya saya tahu, bahwa hal ini sangat bertentangan dengan ajaran Islam, namun suara bisikan dari dalam diri saya begitu kuat sehingga tidak dapat saya tolak. Semula saya menutupi hal ini dari suami saya, namun akhirnya suami saya mengetahuinya.
    Dia menegur saya dan mengatakan bahwa apa yang saya lakukan sudah menyeleweng dari ajaran Islam yang benar. Dia menyuruh saya untuk bertobat dan memohon ampun pada Allah. Saat itu saya mulai menyadari hal ini, timbul keinginan yang kuat untuk kembali mengikuti ajaran islam yang benar, namun bisikan dalam diri saya selalu membisiki saya dan tidak mampu saya tolak. Saat itu saya menghubungi Rei Ki Master dari aliran “Rei Ki X” tersebut untuk membantu saya. Tapi apa yang dikatakan oleh Sang Rei Ki Master aliran X sungguh mengagetkan saya. Dia mengatakan tidak dapat membantu karena ilmu saya sudah lebih tinggi dari dia sendiri dan dalam tubuh saya terjadi perkawinan Roh saya dengan roh sakti.
    Saya menjadi cemas. Suami saya menasehatkan saya untuk melawan gerakan-gerakan dalam tubuh, melawan bisikan allah palsu, dalam diri saya, namun saya merasa tidak mampu, saya putus asa. Akhirnya saya menghubungi rekan saya di Padmajaya, yaitu ibu Hanie dan ibu Fanny, lalu saya menceritakan semua hal itu sambil menangis, karena saya merasa sudah membelakangi Allah, melakukan perbuatan syirik, dengan mengubah arah solat ke utara dan merasa Allah tidak akan mungkin mengampuni saya. Ibu hanie memberikan terapi jarak jauh melalui telephon dengan Doa Buka Hati, kemudian saya datang ke klinik, di Kelapa gading agar dapat di bantu secara langsung.
    Ibu Hanie dan Ibu Fenny di klinik memberikan nasehat kepada saya untuk meyakini bahwa kasih Allah dan pengampunanya tidaklah terbatas. Kedua rekan tersebut menyarankan saya untuk Pasrah total kepada Allah, Sang pencipta dan membuka hati kepadaNya. Mereka juga membantu dengan melakukan penyaluran energi dan mengajak melakukan doa buka hati. Saat penyaluran energi dilakukan terasa ada sesuatu yang keluar terus-menerus dari tubuh saya, namun terasa belum tuntas, karenanya saya disarankan untuk mengirimkan SMS kepada GM Irmansyah Effendi untuk meminta nasehat beliau. Guru menasehatkan saya untuk berdoa sungguh-sungguh kepada Allah, Sang Pencipta memohon bantuanNya dan menganjurkan untuk mengikuti kembali attunement Rei Ki Tummo dari tingkat I.
    Pada sewaktu-waktu tidak lama, berselang saat Guru berada di jakarta, saya diperkenankan untuk menemui beliau  di Klinik kelapa gading. Beliau menasehati bahwa kita harus belajar, memasrahkan diri kepada Allah, serta mengandalkan hati nurani. Hidup bukanlah untuk mencari kekuatan atau kesaktian, namun untuk lebih dekat kepada Allah, Sang Pencipta, itulah sebenarnya kodrat manusia,…..mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi untuk dapat lebih dekat kepadaNya. Guru meyakinkan saya bahwa tidak ada perkawinan roh saya dengan roh sakti. Saat itu hadir pula Ibu Dewi dari palembang yang merupakan alumni Rei Ki Tummo yang juga seorang hajah & muslim yang taat. Ibu dewi memberikan masukan yang menyentuh hati saya, beliau mengingatkan bahwa kasih Tuhan selalu sama bagi semua manusia.
    Dan kita selalu harus mengandalkan hati nurani serta tidak begitu saja percaya terhadap seseorang hanya karena berlatar belakang agama sama. Ibu Dewi juga  meyakinkan saya bahwa beliau telah melakukan sholat Istaqarah beberapa kali untuk mendapatkan petunjukNya, tentang manfaat dan kebaikan yang telah di ajarkan Guru. Setelah memberikan banyak nasehat, guru mengajak kami semua untuk berdoa bersama, memohon bantuan Tuhan, agar segala sesuatu yang terjadi sesuai dengan kehendakNya. Saat itu terasa “iblis” dalam diri saya berontak dan akhirnya lepas. Hati saya menjadi sangat lega, terasa beban yang selama ini membebani diri saya menjadi hilang. Saya merasa sangat berterima kasih pada semua yang telah membantu saya. Saat ini saya sudah dapat kembali sholat sesuai dengan ajaran islam benar, hati saya merasa tenang dan damai dan semua gerakan serta bisikan dalam diri saya hilang.
    Dari pengalaman buruk yang saya alami, saya memperoleh suatu kesadaran yakni untuk tidak lengah dalam mengikuti seseorang hanya karena latar belakang agama yang sama, melainkan haruslah membuka hati dan mengandalkan hati nurani untuk menunjukan jalan kepada Allah. Kita juga harus menyadari bahwa tujuan utama dari hidup kita adalah untuk menjadi lebih dekat kepada Allah, dengan melakukan apa yang harus kita lakukan, bukan apa yang kita ingin lakukan. Bukan mencari kekuatan, kesaktian, melainkan untuk belajar iklas terhadap apa yang kita peroleh. Saya sangat berterimakasih kepada Allah, atas pengampunan yang diberikan setelah segala kesalahan yang saya lakukan atas kesadaran akan kasihNya yang membuat sholat saya menjadi lebih indah lagi. Juga kepada Guru yang telah menyadarkan saya bahwa Allah sangat mengasihi umat-Nya, dan pengampunanNya, tidak terbatas, selama kita mau kembali kepadaNya …juga kepada rekan-rekan Alumni, khususnya Ibu Hanie, Ibu Fanny, dan Ibu Dewi.

Semoga pengalaman ini tidak terulang lagi pada rekan-rekan alumni Yayasan Padmajaya pada umumnya

Product Scroller
Information
Search
Search:

KLINIK YAYASAN PADMAJAYA PERWAKILAN BALI
Ruko Istana Regency Blok L-10
Jalan Bypass Ngurah Rai (sebelah Barat Lottemart)
Banjar Pesanggaran
Denpasar, Bali. 80223

(62 361) 727835, +62817727835
bali@padmajaya.com
www.Padmajaya.com/Bali


Toko Online