Jalan Hidup yang Indah untuk lebih Bahagia dan Sehat dengan Memakai Hati...
Reiki Tummo adalah Jalan Indah Menuju Hidup lebih Sehat dan Berbahagia Melalui Hati
News
11 Maret 2017
Lokakarya Reiki Tummo 1, MedKun, 2 & 3A
Dengan Sepenuh Rasa Syukur dan Kebahagian, Padmajaya Bali Perwakilan Bali akan mengadakan Lokakarya Reiki Tummo 1, Meditasi, Kundalini, 2 dan 3A pada Tanggal 11-12 Maret 2017 Padmajaya Bali, Untuk Info Lokakarya bisa hubungi: 0817727835

» index berita
Testimonial
Yogi
Selamat atas terbentuknya Website PADMAJAYA 'Bali' ini. Semoga segala informasi yang disampaikan dapat menjadi sarana yang indah untuk membantu rekan2 Baru, Alumni maupun Umum untuk lebih sadar dan ta... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

#4 of 24 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Gusti, Indonesia. Testimoni kesembuhan Tumor

Puji syukur pada Tuhan yang Maha Esa, saya panjatkan atas kesempatan sharing yang diberikan saat ini.

Perkenalkan nama saya, I Gusti Ayu Nyoman Sukawati dan biasa dipanggil Ibu Gusti. Saat ini saya 28 tahun, tinggal di Perum Griya Nugraha, Jalan Taman Gin VII Gg.Tomat Block C II /255 Nusa Dua, Bali, Indonesia .

     Beberapa Waktu Yang lalu, saya memderita tumor dan syarat terjepit di tulang ekor belakang yang tidak kunjung sembuh. Adapun gejala awal yang saya rasakan yaitu sepanjang punggung, pinggang dan kaki terasa tebal, kesemutan dan persendian diantara pinggang dan pinggul terasa seakan-akan hendak lepas. Sakitnya menusuk sekali. Dada sayapun sangat nyeri, kaki pegal-pegal, lemas, tidak bias berjalan seperti orang normal.
    
     Saya jalani kondisi itu hampir satu setengah tahun. Bahkan selama 5 bulan hanya bisa  terbaring  tidak berdaya. Seluruh badan hingga kaki tidak bisa digerakan sehingga harus dibantu  oleh seseorang untuk mengangkanya. Badan saya terasa sangat berat, punggung saya sakitnya bukan main. Sering sampai sesak rasanya karena menahan rasa sakit yang menusuk. Apalagi setiap kali  rasa sakit dating, nyeri di dada terasa tembus ke punggung.

    Aduh…Tuhan rasanya saya lebih baik mati dari pada menderita seperti ini.(bisik saya dalam hati).

    Sering perasaan putus asa menghantui saya. Walaupun rasa sakit terus mendera namun kehadiran Rama, putra saya yang masih kecil dan suami saya yang selau mendampingi  di saat saya terpuruk melawan maut beserta keluarga yang selalu  memberikan semangat untuk bertahan hidup. Saya hanya bisa selalu berdoa memohon petunjuk kepada Tuhan agar diberikan ketabahan hati untuk melalui semua cobaan yang menimpa saya saat itu.

    Berbagai pengobatan telah saya lakukan dari konsumsi obat-obatan Cina, ramuan tradisional, hingga bertanya ke orang pintar pun saya jalani. Namun setelah beberapa bulan saya menjalankan sema itu, tak ada hasil yang nyata untuk kesembuhan sakit saya. Kemudian kami(saya dan keluarga) berinisiatif untuk konsultasi ke dokter spesialis syaraf. Dokter menganjurkan untuk melakukan MRI dan sayapun mengikuti anjuran dokter. Setelah hasil MRI keluar dan dibaca oleh dokter, Ternyata diketahui saya memderita syaraf terjepit di tulang ekor.

    Dengan segala keterbatasan pengetahuan saya tentang penyakit yang saya derita sayapun mengikuti sara dokter untuk diambil tindakan operasi. Walaupun begitu dokter tidank berani menjamin 100% sembuh. Dengan dorongan dan semangat seluruh keluarga akhirnya keputusan operasi pun kami setujui. Walaupun hati saya sangat takut karena memikirkan resiko yang harus siap saya terima dari dampak operasi tersebut.

    Operasi pun saya jalani.

    Akhirnya, setelah beberapa bulan menjalani pengobatan secara  medis, saya merasa sedikit lebih baik ( saya pun bisa duduk walaupun hanya seentar-sebentar saja). Tetapi apa yang terjadi, perasaan lega itu hanya bisa bertahan 9 bulan saja dan akhirnya saya kembali merasakan kedua kaki saya tidak bisa digerakan lagi. Pernah suatu waktu, saat berdiri tiba-tiba saja saya jatuh seketika tanpa sebab. Ketakutan dan rasa cemas kembali menghantui diri saya. Akhirnya saya datang lagi ke dokter spesialis syaraf yang dulu menangani saya. Lalu dokter menganjurkan untuk melakukan fisioterapi 3 kali seminggu dan itu pun saya lakukan selama 8 bulan. Karena belum juga ada tanda-tanda untuk sembuh saya pun konsultasi kembali ke dokter. Dokter pun tidak bisa menberikan penjelasan yang memuaskan dan akhirnya menganjurkan MRI kembali untuk yang kedua kalinya. Meski keuangan saya semakin menipis, saya turuti kata dokter. Setelah hasil MRI saya diserahkan kepada dokter akhirnya apa yang saya dengar dari penjelasan dokter sungguh diluar dugaan. Saya kaget sekali mendengarnya.

  Dokter megatakan saya menderita tumor yang tidak lasim terjadi. Tumor yang saya derita agak langka karena terletak di dalam tulang sumsum, dekat dengan tulang ekor di punggung saya. Kata dokter tumor itulah yang membuat kedua kaki saya lemas. Lalu dokter menganjurkan untk melakukan tindakan operasi yang kedua kali secepatnya. Bila tumornya tidak diangkat secpatnya, dokter mengatkan bisa mengakibatkan lumpuh yang permanen. Saya gemetar dan menangis mendengar penjelasan dokter yang mengani saya waktu itu. Beberapa balok tulang belakang harus diangkat untuk pengambilan tumor tersebut, lalu ditutup kembali diisi penyangga sejenis plat sepanjang 20 cm di tulang punggung belakang saya. Sungguh mengerikan setiap kali saya kali saya membayangkan semua itu. Karena menurut dokter, itulah jalan terbaik untuk bisa sembuh, maka saya rundingkan bersama seluruh keluarga. Karena saya tidak kuat menahan rasa sakit yang  teramat sangat yang timbul saat itu, akhirnay saya menjalani operasi yang kedua kalinya. Tepatnya pada tanggal 23 September 2005. Opersai berlangsung lebih kurang 6 jam lamanya. Setelah 15 hari berlalu jahitan operasi pun dilepas.

    Saya terus menunggu proses kesembuhan hingga lebih kurang 5 bulan lamanya, namun yang terjadi tidak sesuai dengan yang saya harapkan. Benar-benar terpukul batin saya, tanda-tanda untuk sembuh belum juga berpihak kepada saya. Akhirnay dokter pun menyerah tidak bisa memberikan jawaban mengenai kesembuhan saya.

    Dua kali menjalani operasi tanpa hasil yang memuaskan, cukup mengecewakan hati saya.

     Walaupun tim medis sudah berusaha semaksimal mungkin menolong saya waktu itu, namun yang terjadi malah sebaliknya. Dokter pun memvonis syaraf terjepit dan tumor yang saya derita tidak bisa disembuhkan secara medis. Dengan perasaan sangat sedih akhirnya saya hanya bisa memasrahkan diri kepada Tuhan dan membiarkan kehendak Tuhan terjadi. Lelah sudah saya berusaha, berbagai cara sudah saya tempuh, namun hasilnya selalu nihil. Baru saya sadari ternyata sehat itu tidak ternilai harganya. Hari-hari saya lalui dengan hanya terbaring lemas dan menangis di tempat  tidur. Hati saya teriris melihat Rama, putra saya yang masih kecil. Ia kangen ingin digendong dan dibelai oleh ibunya. Sering dia berkata,

 “biang (ibu) cepat sembuh ya, Rama kangen ingin digendong dan ditungguain saat rama main”,

 pintanya memelas sambil menangis memeluk saya. Kesedihan dan air mata tak mampu saya bendung lagi, karena keinginnya tidak dapat saya penuhi. Bahkan saya masih harus berjuang bertahan hidup melawan maut yang saya hadapi. Pada suatu hari, dengan tidak sengaja sambil terbaring tidak berdaya di tempat tidur, saya melihat di salah satu stasiun TV (BALI TV). Saat itu tengah berlangsung suatu acara program penyembuhan alternatif yang bertajuk “SEHAT BERSAMA REIKI TUMMO”. Saya pun tertarik untuk menonton dan mengikuti dengan seksama hingga selesai. Karena program tersebut saya rasakan sangat menarik, sayapun mencoba menghubungi dan akhirnya dapat kesempatan bertanya kepada narasumber melalui telpon langsung ke Bali TV. Saat itu yang tengah membawakan acara adalah seorang Reiki Master yang bernama Bapak Drs.I Made Yasa, beserta Ketua perwakilan Yayasan Padmajaya bali yaitu : Bapak Ir.i Nyoman wedha. Sewaktu saya mendengar kesaksian dari Adik Ayu Amrita yang menyertai mereka waktu itu, saya sangat terharu mendengar perjuangannya untuk sembuh. Narasumber membuktikan penyakit tumor yang saya derita bisa disembuhkan tergantung seberapa besar keyakinan dan kepasrahan  hati saya kepada berkat Tuhan. 

     Dengan niat yang kuat untuk sembuh saya pun keesokan harinya mulai mengikuti attunement massal. Saya pun minta informasi yang lebih akurat kepada salah seorang alumni senior di klinik yang ada waktu itu. Beliau sangat sopan, ramah, sabar, dan selalu tersenyum,memberikan semua penjelasan yang ingin saya ketahui mengenai Reiki Tummo. Saya pun tertarik membeli beberapa buku, kaset dan CD karangan Bapak Irwansyah Effendy,M.Sc, yang du jual saat itu. Banyak hal yang yang berharga saya dapatkan dalam buku,kaset dan CD tersebut. Hal tersebut membuat niat saya untuk mengikuti lokakarya Reiki Tummo jadi semakin kuat. Saya pun langsung daftar  untuk mengikuti lokakarya. Walaupun sempat hinggap keraguan di hati saya untuk bisa duduk dalam jangka waktu yang lama di tempat okakarya nanti. Karena di rumah duduk 10 menit saja saya bisa roboh mendadak karena pinggang saa tidak kuat menompang tubuh saya pada posisi duduk ataupun tegak. Selama waktu sebelum Lokakarya, suami saya selalu sabar mengantarkan saya datang ke klinik untuk di-healing.

     Tumbuh keyakinan yang kuat dalam hati saya bahwa inilah jalan yang ditunjukan oleh Tuhan untuk kesembuhan yang selama ini saya mohonkan. Setiap kali saya datang ke klinik semua rekan alumni  menyapa saya dengan ramah. Selama healing berlangsung  saya merasa sakitnya semakin menjadi-jadi. Kadang di punggung saya terasa panas dan saya sering muntah-muntah dan menangis histeris, karena tidak kuat menahan rasa sakitnya, saya pun pernah tak sadarkan diri waktu healing berlangsung. Tapi aneh, keesokan harinya tubuh saya terasa lebih segar dan ringan. Saya hanya tersenyum dan bersyukur kepada Tuhan atas perubahan yang saya rasakan. Hari-hari berikutnya saya rutin ke klinik untuk di healing lagi. Setelah 8 kali saya di-healing dan banyak perubahan yang saya alami. Rasa sakit yang selama ini saya rasakan berangsur-angsur hilang. Sungguh saya rasakan anugrah keajaiban yang terjadi. Saya mengikuti lokakarya Reiki Tummo tingkat I tanggal 22 April 2006. Lokakarya tingkat II dan kundalini saya ikuti pada tanggal 23 April 2006, lalu di lanjutkan mengikuti lokakarya IIIA (Master Pribadi) pada tanggal 4 Juni 2006. Selama saya mengikuti lokakarya tersebut saya diajarkan bagaimana caranya menyalurkan energi pada diri sendiri(self healing) maupun  menyalurkan energi pada orang lain atau pasien, serta banyak lagi teknik yang lainnya. Banyak sekali pengetahuan yang saya dapat selama mengikuti lokakarya tersebut. Setiap kali saya mendengar Doa Buka Hati, perasaan saya terasa indah, tenang dan damai, apalagi bila saya melakukan latihan menyembuhkan diri sendiri (self healing). Hawa hangat selalu menyelimuti tubuh saya, kadang saya rasakan ada tarikan kecil, di dalam hati, menyentuh lubuk hati saya yang paling dalam. Waktu itu belum bisa saya pahami apa sesungguhnya ynag terjadi. Karena saya penasaran ingin megetahui artinya dan yang saya rasakan itu pada suatu kesempatan saya pun menanyakan pada senior yang dulu memberikan penjelasan kepada saya tentang Reiki Tummo.

    Beliau mengatakan yang saya rasakan itu adalah bagian dari kasih Tuhan yang menyentuh hati saya. Beliau menyarankan agar saya lebih mengandalkan hati selalu pasrah, dan hati selalu terhubung kepada Tuhan, lebih tekun dan sungguh-sungguh belatih, dan melakukan doa membuka hati. Sensasi apapun yang saya rasakan hendaknya disyukuri. Ada 3 kunci yang dijadikan pedoman yaitu   : selalu santai, senyum, dan selalu pasrah kepada Tuhan, kata Beliau kepada saya. Saya sadari Tuhan telah menjukkan jalan yang paling tepat yang selama ini saya cari untuk kesembuhan saya.Tanpa saya sadari penyakit tumor saya syarat terjepit yang saya derita berabgsur-angsur hilang dan saya sembuh. Ajai! Terimakasih Tuhan… Namun pada tanggal 30 Juni 2006, cobaan menghampiri saya lagi. Dalam perjalanan pulang dari klinik saya mengalami kecelakaan yang tidak bisa dihindarkan. Mobil yang saya kendarai bertabrakan dengan dengan sepeda motor. Lawan tabrakan saya adalah remaja. Ya Tuhan… Kasihan sekali nasib mereka. Yang laki-laki mengalami patah tulang pada pinggang pada kaki serta , dan ujung lidahnya putus. Dan perempuan mengalami patah tulang pada pinggang dan kaki serta tulang rahangnya retak. Begitu kencangnya kecepatan motor yang mereka kendarai menuju kearah saya. Dalam sekejap mata, motor tersebut langsung ke bawah bamper ke atas kap mobil depan, lalu jatuh tersungkur di kanan mobil. Aduh… ngeri sekali melihatnya. Saya hanya bisa pasrah menjalani semua kejadian itu. Sayapun sangat khwatir terhadap kondisi tulang belakang saya mengingat betapa tulang belakang saya sangat rawan dengan terhadap benturan,walau sekecil apapun. Namun saya merasa ada yang aneh waktu kecelakan naas itu terjadi. Ketika benturan terjadi, saya merasa seluruh diri saya  terlindungi oleh energi besar. Motor yang mereka kendarai lumayan hancur juga. Namun tubuh saya selamat tanpa tergores apapun, saya hanya mengalami shock karena melihat dan mengalami kejadian tersebut secara langsung. Ketika saya memeriksa bagian belakang tubuh saya, plat yang ada di punggung saya sepanjang 20 cm pun tidak bergeser sama sekali ( baik-baik saja).

     Tidak pernah terbayangkan apa yang terjadi jika plat yang ada pada bagian punggung saya bergeser. Terima kasih Tuhan atas perlindunganmu selama kejadian tersebut. Saya yakin di balik jejahitan itu pasti ada hikmah bagi diri saya. Pada tgl 4 Agustus 2006 saya mengikuti lokakarya meditasi dan pada tanggal 26 / 27 Agustus 2006 saya mengikuti kembali lokakarya Membuka Hati. Di lokakarya tersebut saya diajarkan bagaimana caranya agar kita lebih mengenal hati kita sendiri, merasakan keindahan Kasih Tuhan kepada semua mahluk dan cara bersyukur dari hati dengan tulus dan ikhlas dengan mengandalkan hati nurani sebagai nahkoda. Banyak sekali hal – hal positif yang saya dapat selama mempelajari Reiki Tummo. Selain sembuh dari sakit, saya juga belajar mengurangi emosi negatif dalam diori saya, seperti dendam, kesombongan, kemarahan, iri dan dengki, kebencian dan lain-lain. Dengan berlatih dan berdoa, kita dapat lebih mengandalkan hati dan tidak semata-mata  mengandalkan otyak kita, sehingga hati kita lebih bersih dan pikiran kita menjadi lebih positif. Berdoa pun terasa menjadi lebih khusyuk dan indah. Saya mulai dapat menerima keadaan atau kenyataan hidup yang terjadi apa adanya.

     Dengan hati yang terbuka, saya merasa lebih pasrah kepada Tuhan Yang Maha Esa dan dapaty lebih menyadari tujuan hidup kita yang sebenarnya yuitu untuk kembali seutuh-utuhnya kehadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.Hampir setiap hari klinik, saya berusaha untuk selalu datang dan berlatih bersama dengan alumni senior. Semua alumni senior saling bahu-membahu memberikan semangat kepada saya untuk sembuh secara total. Pada tanggal 022 September 2006 saya diberikati oleh Tuhan untuk mengikuti lokakarya hati nurani. Dan tanggal 23 dan 24 September 2006 sungguh saya tidak menduga Tuhan mengabulkan doa saya selama ini. Saya diberikan kesemoatan untuk mengikuti pendalaman spiritual (retreat) yang langsung dibimbing oleh Grand Master Reiki Tummo yaitu Bapak Irmansyah Effendi, M.Sc. Retreat diadakan di Hotel Mercure dengan jumlah peserta lebih kurang berjumlah 250 orang. Ada pengalaman- pengalaman menarik yang saya alami selama retreat yang membuat saya semakin sadar, betapa Tuhan sangat mengasihi saya, dan kasihNya berkelimpahan bagi semua mahluk. Terimakasih Tuhan, atas segala hal-hal  indah yang terjadi pada hati dan diri saya yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya.

    Banyak teman- teman yang tinggal di seputar rumah saya heran dan kagum melihat kesembuhan yang saya alami. Saya pun dengan senang hati menceritakan kisah kesembuhan yang saya alami selama ini. Sembilan orang di antara mereka mengikuti jejak saya bergabung belajar tentang Reiki Tummo, bahkan di antara mereka sudah ada yang ikut sampai pendalaman spritual (retreat). Saya sangat bahagia melikat mereka bisa jadi lebih buka hati untuk lebih mengasihi Tuhan, semakin mengasihi sesama dan semua makluk ciptaan Tuhan. Kami seringan latihan di rumah bersama-sama sambil menjadi alat Tuhan dengan menyalurkan energi Reiki Tummo kepada pasien yang datang ke rumah.

   Bermacam-macam reaksi yang terjadi pada pasien saat penyaluran berlangsung. Namun semuanya selalu menghasilkan perbaikan/kemajuan terhadap penyakit yang mereka derita. Bermacam-macam penyakit mereka mereka keluhkan kepada kami dan kami selalu memasrahkan segala yang terjadi pada kehendak Tuhansaja, karena kami sadar… Tuhanlah Sang Penyembuh sejati. Tuhanlah sumber segala yang baik. Kami hanya mengandalkan berkat Tuhan untuk kesembuhan para pasien. Banyak di antara pasien yang pernah kami salurkan energi Reiki Tummo yang menjadi sembuh secara total, hingga sebagian dari mereka pun jadi tertarik untuk mengikuti likakarya Reiki Tummo. Kami sangat bahagia mengetahui perkembangan yang terjadi. Hati mereka lebih terbuka dan terasa menjadi lebih dekat dengan Tuhan Sang Pencipta.
Demikianlah pengalaman, saya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu saya selama ini yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu.

Tuhan… Yang Maha Esa, hanya Engkaulah Sumber yang sejati dan Abadi…
Terimakasih Kami dari Hati Yang paling dalam karena Engkau telah memberikan kami kesempatan untuk lebih mengasihi MU…

Tuhan… yang terkasih, hanya Engkaulah Maha Segalanya..
Terimaksih atas Segala berkat Mu uang berlimpah pada kami setiap saat …kapanpun dan dimanapun kami berada.

Tuhan Mohon ampun atas segala dosa dan kehilafan ynag kami lakukan dengan sengaja kepada MU, kepada sesama dan pada semua makluk… Bimbinglah kami agar telah mengabaikan kasih MU

Tuhan … Ayng terkasih terimalah kasih kami dari hati nurani kami seutuhnya untuk MU
Tuhan…. Ampunilah kami, karena selama ini kami telah mengabaikan kasih MU

Tuhan sempurnakanlah doa-doa kami agar selalu sesuai dan setepatnya sesuai menurut kehendak MU

Terimakasih dari hati yang paling dalam saya sampaikan  kepada GM Irmansyah Effendy yang telah membimbing dan para Reiki Master atas semua bimbingan dan pengajaran yang telah diberikan nasehat dan semangat utnuk kesembuhan saya.

Salam dalam cahaya dan kasih Tuhan

Gusti


Sumber : Warta Padmajaya



Product Scroller
Information
Search
Search:

KLINIK YAYASAN PADMAJAYA PERWAKILAN BALI
Ruko Istana Regency Blok L-10
Jalan Bypass Ngurah Rai (sebelah Barat Lottemart)
Banjar Pesanggaran
Denpasar, Bali. 80223

(62 361) 727835, +62817727835
bali@padmajaya.com
www.Padmajaya.com/Bali


Toko Online