Jalan Hidup yang Indah untuk lebih Bahagia dan Sehat dengan Memakai Hati...
Reiki Tummo adalah Jalan Indah Menuju Hidup lebih Sehat dan Berbahagia Melalui Hati
News
11 Maret 2017
Lokakarya Reiki Tummo 1, MedKun, 2 & 3A
Dengan Sepenuh Rasa Syukur dan Kebahagian, Padmajaya Bali Perwakilan Bali akan mengadakan Lokakarya Reiki Tummo 1, Meditasi, Kundalini, 2 dan 3A pada Tanggal 11-12 Maret 2017 Padmajaya Bali, Untuk Info Lokakarya bisa hubungi: 0817727835

» index berita
Testimonial
Yogi
Selamat atas terbentuknya Website PADMAJAYA 'Bali' ini. Semoga segala informasi yang disampaikan dapat menjadi sarana yang indah untuk membantu rekan2 Baru, Alumni maupun Umum untuk lebih sadar dan ta... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

#7 of 11 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Makan Bersama Jadi "Barang" Langka?

Makan Bersama Jadi "Barang" Langka?
Sumber : shutterstock.com

Gaya hidup modern yang serba sibuk dianggap menyebabkan kebiasaan makan bersama makin hilang, sehingga meja makan pun tampak kosong.
Minimnya waktu untuk berkumpul seluruh anggota keluarga memang merupakan masalah paling krusial yang terjadi pada keluarga modern. Bila dibandingkan dengan 20 tahun lalu, di mana makan malam dan sarapan pagi adalah ritual penting yang dimiliki setiap keluarga, kini rasanya makan malam bersama adalah sebuah kemewahan.

Hal tersebut tercermin dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Unilever terhadap 6000 responden di 12 negara, termasuk Indonesia. Televisi dan pekerjaan merupakan bagian dari gaya hidup modern yang dianggap menjadi biang keladi berkurangnya, bahkan hilangnya kebiasaan makan bersama keluarga.

Menurut sosiolog keluarga dari Universitas Indonesia, Dr.Erna Karim, MSi, dalam keluarga modern, suami dan istri kini memiliki posisi seimbang dan sejajar, termasuk dalam hal finansial. "Kini setiap anggota keluarga memiliki mobilitas yang sangat tinggi, terutama karena suami-istri bekerja atau salah satunya tinggal di lain kota," ujarnya.

Karena itu, Erna tak kaget bila responden dalam survei tersebut mengatakan bahwa pekerjaan telah menggeser kegiatan makan bersama. Padahal, menurut Erna, kegiatan makan bersama merupakan kebiasaan atau tradisi yang sejak dulu ada di masyarakat kita. "Acara kumpul bersama dengan mediasi makan adalah tradisi yang ada di berbagai suku di Indonesia," kata konsultan dari Kelompok Sosialisasi Hati ini.

Makan bersama, menurut psikolog Dr.Rose Mini, M.Psi, bukan hanya untuk mengenyangkan perut, tetapi sebuah aktivitas bersama yang menyenangkan untuk menguatkan hubungan. "Saat makan harus ada komunikasi atau conversation yang menimbulkan kehangatan, bukan sekedar basa-basi," ujar psikolog yang akrab disapa Romi ini.

Saat makan bersama, timbul suasana diskusi yang ringan dan tidak menyudutkan. "Ada timbal balik dan empati pada orang yang diajak bicara," kata Romi. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa saat makan merupakan waktu yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai yang dianggap penting kepada anak-anak.

"Mengajari anak agar suka sayur atau kebiasaan baik lainnya, akan lebih efektif disampaikan saat makan bersama," kata Romi. Penelitian juga menunjukkan kebiasaan makan malam bersama bisa mengurangi perilaku buruk anak di sekolah.

Selain mengurangi perilaku buruk anak, ternyata menurut Erna makan bersama anggota keluarga juga bisa mencegah terjadinya perselingkuhan. "Rasa cinta itu dimunculkan karena kehadiran, dan makan malam adalah ritual untuk mengikat keanggotan keluarga," paparnya.

Lantas bagaimana menyiasati waktu berkumpul yang minim dalam keseharian keluarga-keluarga Indonesia, terutama yang hidup di kota besar dengan lalu lintasnya yang padat?

"Harus diakui makan bersama untuk orang Jakarta dan sekitarnya membutuhkan effort yang luar biasa. Tetapi bila makan bersama sudah dibiasakan dan menjadi tradisi keluarga, tentu setiap anggota keluarga akan merasa ada yang kurang bila kegiatan itu tidak dijalankan," papar Romi.

Bila kegiatan makan bersama tidak bisa dilakukan setiap hari, Romi menyarankan paling tidak dua hari dalam seminggu melakukan makan bersama.

Selain waktu yang disepakati seluruh anggota keluarga, Romi juga menyarankan agar ibu menyiapkan menu yang akan disantap. "Tanyakan pada suami atau anak nanti malam ingin dimasakkan apa, agar kegiatan makan makin menyenangkan," katanya.

Agar seluruh anggota keluarga lebih fokus, Romi dan Erna menyarankan agar saat makan sebaiknya televisi dimatikan. "Kalau sambil nonton TV nantinya isu utama yang ingin dibicarakan malah tersingkir," kata Romi.

Makan malam bersama merupakan saat yang dianggap lebih efektif untuk mencapai tujuan makan bersama karena pada malam hari umumnya seluruh aktivitas sudah selesai sehingga suasananya lebih santai.
"Kalau makan bersama dilakukan saat sarapan biasanya tidak fokus karena semua terburu-buru. Lagipula tingkat stres ibu-ibu di pagi hari juga lebih tinggi," kata Romi lagi. Sarapan bersama bisa dilakukan di akhir pekan yang suasananya lebih rileks.
Product Scroller
Information
Search
Search:

KLINIK YAYASAN PADMAJAYA PERWAKILAN BALI
Ruko Istana Regency Blok L-10
Jalan Bypass Ngurah Rai (sebelah Barat Lottemart)
Banjar Pesanggaran
Denpasar, Bali. 80223

(62 361) 727835, +62817727835
bali@padmajaya.com
www.Padmajaya.com/Bali


Toko Online