Jalan Hidup yang Indah untuk lebih Bahagia dan Sehat dengan Memakai Hati...
Reiki Tummo adalah Jalan Indah Menuju Hidup lebih Sehat dan Berbahagia Melalui Hati
News
11 Maret 2017
Lokakarya Reiki Tummo 1, MedKun, 2 & 3A
Dengan Sepenuh Rasa Syukur dan Kebahagian, Padmajaya Bali Perwakilan Bali akan mengadakan Lokakarya Reiki Tummo 1, Meditasi, Kundalini, 2 dan 3A pada Tanggal 11-12 Maret 2017 Padmajaya Bali, Untuk Info Lokakarya bisa hubungi: 0817727835

» index berita
Testimonial
Yogi
Selamat atas terbentuknya Website PADMAJAYA 'Bali' ini. Semoga segala informasi yang disampaikan dapat menjadi sarana yang indah untuk membantu rekan2 Baru, Alumni maupun Umum untuk lebih sadar dan ta... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

#5 of 20 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow Sunny Tjandrakesuma, Ibu Rumah Tangga, Ausralia.

Setelah belajar menganai hati, memakai hati dan membuka hati, banyak sekali manfaat yang saya dapatkan dalam kehidupan sehari-hari. Yang paling jelas terasa adalah hubungan dengan Tuhan. Dulu, sebelum belajar mengenai hati, memakai hati dan membuka hati, doa saya terasa hambar. Saya tidak yakin apakah doa saya didengar oleh Tuhan. Dulu, saya baru ingat doa kalau ada masalah dalam hidup saya, atau karena sedang berada dalam peribadatan di mana saya terpaksa ikut berdoa. Kata-kata keluar seperti hafalan tanpa perasaan sama sekali, sekadar mengucapkan rangkaian kalimat.

    Sekarang .. wah beda sekali. Doa menjadi indah dan khusuk. Terasa benar komunikasi dengan Tuhan. Doa naik dan didengar oleh Tuhan. Saya bisa merasakan bahwa Tuhan mengasihi kita, selalu menjaga kita, melindungi kita, setiap saat. Kapanpun kita berdoa, Tuhan mendengar dengan penuh kasih.
    Karena merasakan kasih Tuhan yang semakin indah dan jelas, doa menjadi saat-saat terindah. Mendekatkan diri kepada Tuhan menjadi proses yang nyata dan indah yang memberikan kedamaian dan kebahagiaan tiada taranya. Ternyata mengasihi Tuhan adalah saat-saat yang terindah.

    Hidup sehari-hari di dalam keluarga juga terasa lebih damai. Kami menjadi lebih sabar. Hal-hal yang sebelumnya bisa membangkitkan emosi negatif saat berinteraksi misalnya dengan anak-anak, suami atau orang lain, sekarang tidak lagi atau sudah jauh amat berkurang. Ini karena hal-hal yang dulu bisa membuat kami jengkel, sekarang terasa menjadi hal yang kecil dan tidak penting. Saya pun dapat mau mengerti anak-anak, suami, keluarga da orang lain. Dan mencoba melihat dari sudut pandang mereka.

    Dulu sebelum belajar tentang hati, saya merasa saya adalah orang yang sudah membuka hati, yaitu telah menjadi orang baik-baik, tidak menjahati orang lain. Wah ternyata setelah belajar mengenai hati, saya bisa merasakan bedanya apa itu “buka hati yang sebenarnya”.

    Contohnya, kalau dulu saya menyumbang, saya anggap saya sudah memakai hati. Sekarang bisa terasa perkara sebenarnya. Menyumbang haruslah dengan ketulusan dan keinginan untuk membantu, dan tidak ada motivasi lain, tidak untuk dilihat atau dianggap dermawan.

Sunny Tjandrakesuma, Ibu Rumah Tangga, Ausralia.

Sumber : Buku Hati, Penulis Irmansyah Effendi
Product Scroller
Information
Search
Search:

KLINIK YAYASAN PADMAJAYA PERWAKILAN BALI
Ruko Istana Regency Blok L-10
Jalan Bypass Ngurah Rai (sebelah Barat Lottemart)
Banjar Pesanggaran
Denpasar, Bali. 80223

(62 361) 727835, +62817727835
bali@padmajaya.com
www.Padmajaya.com/Bali


Toko Online