Jalan Hidup yang Indah untuk lebih Bahagia dan Sehat dengan Memakai Hati...
Reiki Tummo adalah Jalan Indah Menuju Hidup lebih Sehat dan Berbahagia Melalui Hati
News
11 Maret 2017
Lokakarya Reiki Tummo 1, MedKun, 2 & 3A
Dengan Sepenuh Rasa Syukur dan Kebahagian, Padmajaya Bali Perwakilan Bali akan mengadakan Lokakarya Reiki Tummo 1, Meditasi, Kundalini, 2 dan 3A pada Tanggal 11-12 Maret 2017 Padmajaya Bali, Untuk Info Lokakarya bisa hubungi: 0817727835

» index berita
Testimonial
Yogi
Selamat atas terbentuknya Website PADMAJAYA 'Bali' ini. Semoga segala informasi yang disampaikan dapat menjadi sarana yang indah untuk membantu rekan2 Baru, Alumni maupun Umum untuk lebih sadar dan ta... detail

» lihat testimonial
» isi testimonial

#13 of 20 | prev product Prev - Next next product
printer email

product arrow dr. Yelica, Demam Tifoid dan Reiki

TINJAUAN PENYAKIT
    Demam tifoid, yang oleh orang awam yang sering disebut penyakit tifus, mamiliki nama lain seperti, typholoid fever, enteric fever atau typhus abdominalis. Penyakit ini adalah suatu penyakit sistemik yang khas pada manusia yang secara klinis ditandai oleh demam yang remitten, reseola spleno megali, limfadenopati di intestinum dan terdapatnya penyulit-penyulit ditentisnal.
    Demam typhoid terdapat diseluruh dunia, tetapi lebih banyak di jumpai di negara-negara yang sedang berkembang didaerah tropis, sehubungan dengan penyediaan air bersih, Sainitasi lingkungan dan kebersihan individu yang masih kurang baik.
    Penyebab tifoid adalah berbagai spesies bakteri gram negatif, yang paling sering adalah dari spesies Salmonella paratyphii A, B dan C.
    Penularan biasa terjadi melalui air, yaitu water borne transmission, juga melalui makanan dan ano-oral tranasmission. Sumber penularan infeksius dapat berasal dari penderita tifoid sendiri, juga orang yang bukan penderita yang mengandung kuman (karier) dan bisa juga berasal dari kotoran atau urine penderita atau karier.
    Rupanya ada jumlah kuman tertentu yang yang bila cukup banyak jumlahnya, baru akan menyebabkan penyakit. Jadi, bila terinfeksi kuman, namun dalam jumlah yang sedikit, dan disertai daya tubuh yang baik,maka tidak akan menyebabkan sakit.
Untuk insidensi penyakit ini, kelompok yang rentan adalah dewasa muda. Pria dan wanita sama-sama rentan terhadap serangan kuman Salmonalla atau tifoid, tetapi diduga pria lebih mudah terjangkit karena lebih sering berhubungan dengan masyarakat dan lebih banyak melakukan aktifitas dengan lebih terbuka terhadap resiko infeksi. Menurut statistik, usia yang sering dijumpai adalah 15-40 tahun.
    Cara kuman tifoid menimbulkan penyakit adalah dengan cara masuk melalui mulut. Sebagian kuman akan dimusnahkan dalam lambung oleh asam lambung, karena pH asam lambung yang asam (<2) akan membunuh deman tifoid tersebut. Kemudian sebagian dari kuman yang lolos akan masuk usus halus, bermultiplikasi dan menyerang ujung-ujung villi usus halus dan kelenjar limphe mesenterikal dan kemudian masuk keperedaran darah. Proses ini disebut, bakteriemi primer,yang tidak berlangsung lama, karena kemudian kuman ditangkap oleh sel-sel retikuloendotelial sistem di hati dan limpa, juga bermultiplikasi dalam sel fagosit monuklear dalam kelenjar limphe, folikel limphe, hati danlimpa.
    Gambaran klinis adalah berupa selama 10-14 hari, dengan suhu meningkat secara bertahap seperti anak tangga, meningkat pada malam hari dan menurun pada pagi hari dan makin hari makin panas. Suhu mencapai puncaknya setinggi 39-40 derajat celcius pada hari ke lima. Terdapat perlambatan denyut nadi, bercak merah pada kulit, lidah kotor, bibir kering, pembesaran limpa dan hati, batuk kering dan penurunan kesadaran.
    Diagnosa oleh tenaga medis biasa ditegakan berdasarkkan kriteria minimal tertentu dikumpulan gejala yang ditemukan pada penderita, ditunjang oleh pemeriksaan laboratorium.

PENANGANAN SECARA MEDIS DAN DENGAN REI KI

    Untuk medical treatment, pilihan obat pertama adalah Chlorampenicol 500 mg diberikan 4x sehari, sampai 7 hari bebas demam, atau bisa juga diberikan selama 15 hari berturut-turut. Sebagai pilihan kedua adalah Cotrimoxasole, sedangkan untuk pilihan ketiga urutan ketiga pilihan obatnya adalah Amoxicillin dan Ampisilin. Untuk wanita hamil hanya diperkenankan Amoxicillin dan Ampicilin, lebih disukai Amoxcillin.
    Untuk Rei Ki, mengingat penyakit ini adalah sistemik dan menyebar keseluruh  tubuh adalah sangat bijak untuk melakukan full body treatment dengan menyalurkan Rei Ki keseluruh tubuh dengan cukup lama, agar setiap religio organ tubuh mendapat cukup energi dan tenaga untuk dapat memulihkan dirinya.
    Juga mengingat bahwa proses utama terjadi pada usus halus beserta pada seluruh sistem kelenjar getah bening dan pertahanannya, maka adalah baik sekali untuk memperlama penyaluran energi dibagian abdomen atau perut. Pemberian simbol pembersih seperti SHK akan mempercepat pengeluaran kuman dan pengeluaran toksin serta energi negatif. Karena lokasi organ dan kontaminasi yang menumpuk banyak terdapat pada jalur bagian bawah, maka dari daerah abdomen lalu penyalur energi diurut sampai ke telapak kaki, sebagai pos pembuangan kotoran tubuh bagian bawah. Seringnya terjadi penurunan kesadaran, delirium ataupun nyeri kepala, maka adalah baik untuk memberikan simbol pembersih SHK pada daerah kepala, untuk meringankan gejala dan untuk menurunkan suhu dan akibat demam, mengingat pusat regulasi atau termostat terletak didaerah kepala.
    Disamping melakukan treatment Rei Ki, sebaiknya dibarengi dengan penatalaksanaan fisiologis yaitu istirahat total sampai suhu turun, pemberian makanan cair dan atau lunak agar tidak membebani kerja usus yang sedang lemah, juga pemberian cairan yang adekuat serta vitamin untuk menjaga metabolisme tubuh.
     Di rumah-rumah sakit tertentu, ada yang menerapkan suatu nutrisi yang disebut diet tifoid I s/d IV, yang pada intinya menggunakan pemikiran sbb:Bila panas masih tinggi, maka diberi diet tifus I yang berupa bubur saring agar makanan dan zat gizi serta nutrisi langsung diserap oleh villi usus dan tidak membebani kerja sistem pencernaan  kita. Seiring dengan turunnya panas, makanan saring berupa bubur saring dan  sebagainya boleh diganti dengan bubur biasa, dan setelah penderitaan agak pulih, dan dapat meniggalkan tempat tidurnya, diganti dengan nasi tim dan makanan lembek, dan akhirnya setelah penderita benar-benar sembuh, di perkenankan makan-makanan biasa, tentunya dengan mengunyah lama sampai makanan menjadi lembut.
    Prinsip pemberian diet disini, adalah agar tidak membebani dan memfosir sistem pencernaan penderita. Pemberian makanan cair dan lunak, memungkinkan zat nutrisi langsung diserap dengan membutuhkan pencernaan yang minimal, yang pada gilirannya akan memberikan kesempatan pada sel-sel tubuh yang sakit khususnya bagian dari sistem penccernaan untuk memulihkan dirinya.
    Penyembuhan dengan Rei Ki memungkinkan partikel-partikel molekul energi Rei Ki menembus kedalam setiap sel tubuh dan menyembuhkan kelainan yang ada, serta mengeluarkan energi-energi negatif serta kuman yang penyebabkan penyakit, dan meningkatkan level energi tiap sel, sehingga dapat menjalankan metabolismenya dengan optimal yang dapat mengembalikan sistem ke fungsinya semula.
    Perlu diingat, setelah setelah sembuh maka penderita berada dalam masa pemulihan dan recovery. Maka adalah bijak untuk membatasi kegiatan agar tidak terlebihan, paling tidak selama 6 bulan setelah sakit. Juga penderita harus memperbanyak istirahat agar tidak mengalami relafs atau kambuhan, ataupun komplikasi lanjutan serta gejala sisa yang tidak diharapkan. Juga yang terpenting adalah agar memberi kesempatan pada tiap sel tubuh dan organ agar kembali pulih sempurna seperti sedia kala.
    Adapun di balik pengertian dan pemahaman mengenai penyakit, sebaiknya diambil dari makna dari sari patinya untuk melakukan pencegahan agar tidak terkena. Dengan memahami bahwa penularan penyakit ini adalah melalui jalur pencernaan, melalui makanan atau minuman, sebaiknya selalu berhati-hati dengan kebersihan makanan dan minuman, dan menghindari makan dan minum satu piring atau gelas bersama penderita atau mantan penderita demam tifoid, ataupun dengan orang lain yang tidak sakit, mengingat bahwa sumber penularan yang infeksius bisa saja berupa karier yaitu orang pembawa kuman yang tidak bergejala.
    Meningkatkan daya tahan tubuh merupakan hal yang penting juga, misal dengan mencukupkan waktu istirahat dan tidur kita, olah raga yang teratur, dan khusus lagi prakktisi Rei Ki agar melakukan self healing secara teratur. Karena telah disinggung diawal bahwa dosis infektif kuman bagi tiap orang tidaklah sama, tergantung pada daya tahan tubuh, selain pada keasaman lambung kita.
    Demikian,semoga ulasan ini dapat bermanfaat bagi sesama agar dapat meningkatkan kualitas hidup kita dengan menurunkan angka pesakitan penyakit infeksi, khususnya demam tifoid.

PENGALAMAN PRIBADI DAN CONTOH KASUS

    Saya banyak sekali menjumpai kasus-kasus demam typhoid ditempat bribadi saya, dan umumnya saya menggabungkan antara pengobatan medis dengan pengobatan Rei Ki.
    Secara rutin, bisa saya periksa keadaan fisik penderita secara menyeluruh, juga menyarankan pemeriksaan laboratorium bila memungkinkan untuk menunjang diagnosa.
     Obat pilihan pertama yang sering saya berikan adalah Chlorampenicol atau Tiamphenicol dengan dosis yang sama, yaitu 4 x 500 mg selama sekitar 2 minggu. Penurunan panas hanya diberikan bila panas lebih tinggi dari suhu normal. Bila suhu sudah turun, saya menyuruh pasien menghentikan obat tersebut, agar tidak terlalu banyak mengkonsumsi obat yang tidak perlu. Vitamin,secara umum,harus selalu diberikan pada penderita, untuk memberikan daya tahan tubuh dan nafsu makan penderita, sewhingga pada gilirannya mempercepat penyembuhan. Juga nasehat rutin berupa pentingnya istirahat total dan diet makanan cair hingga lunak.
    Rata-rata saya melakukan penyaluran energi Rei Ki pada penderita typhoid dengan frekuensi dua hari sekali, baik secara langsung ataupun dengan jarak jauh yang telah disepakati waktunya.
    Penderita selalu saya anjurkan untuk melakukan mandi dengan air garam yang hangat setelah panasnya berangsur turun dan minum air kelapa muda yang dicampur sedikit gula pasir untuk menyeimbangkan energi dan mineral ditubuhnya, sekaligus memperlancar pengeluaran energi negatif.
    Kepada seluruh obat yang telah diberikan pada penderita, selalu saya salurkan energi Rei Ki menggunakan simbol pembersih atau penguat agar meminimalkan efek samping obat. Karena pada dasarnya, semua obat adalah zat kimia, yang dapat menimbulkan efek samping dan mempengaruhi tidak hanya organ target, melainkan pada seluruh organ di tubuh.
    Rata-rata, pasien menunjukan perbaikan yang dramatis setelah di healing dua kali dengan Rei Ki. Walau demikian, saya selalu menuntaskan regimen pengobatan yang dua minggu itu. Dan tetap menyalurkan Rei Ki sebagai terapi pemulihan.
    Pernah ada seorang pasien, wanita 13 tahun, sampai mengalami shock dan mengigau saking parahnya dengan tekanan darah 70/… mm Hg dan telah dirawat di rumah sakit selama seminngu tanpa perbaikan, dengan diagnosa demam typhoid dan malaria. Keluarga penderita telah meminta pulang paksa dari rumah sakit dan memasrahkan pearwatan penderita pada saya.
    Sesuatu prosedur, saya melakukan terapi medis, dan langsung menyalurkan Rei Ki ditempat Praktek selama 15 menit, dilanjutkan dengan pengobatan jarak jauh dua hari sekali, rupanya 3 hari kemudian penderita berangsur sembuh dan mulai makan banyak, dan sembuh sempurna pada hari ke-5.
    Demikian, sedikit pengalaman prtibadi saya, semoga dapat menjadi referensi bagi rekan-rekan penghusada yang lain.
Product Scroller
Information
Search
Search:

KLINIK YAYASAN PADMAJAYA PERWAKILAN BALI
Ruko Istana Regency Blok L-10
Jalan Bypass Ngurah Rai (sebelah Barat Lottemart)
Banjar Pesanggaran
Denpasar, Bali. 80223

(62 361) 727835, +62817727835
bali@padmajaya.com
www.Padmajaya.com/Bali


Toko Online